Ngawi, 21 Agustus 2025 — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam KKN 236 Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, menghadirkan program Rumah Belajar sebagai ruang bimbingan belajar bagi anak-anak Desa Rejomulyo. Program ini dilaksanakan sebanyak sembilan kali pertemuan sepanjang Juli hingga Agustus 2025 dan ditutup dengan kegiatan perpisahan pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Program Rumah Belajar hadir sebagai solusi atas tantangan pendidikan di pedesaan, di mana banyak siswa masih kesulitan memahami pelajaran karena minimnya bimbingan tambahan di rumah. Melalui pendampingan langsung, mahasiswa KKN memberikan bimbingan pada pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris dengan metode interaktif: tanya jawab, latihan soal, bermain sambil belajar, serta pengulangan materi.
“Tujuan utama program ini adalah membantu siswa lebih mudah memahami materi sekolah sekaligus menumbuhkan motivasi belajar mandiri. Kami ingin anak-anak di pedesaan punya semangat belajar yang sama kuatnya dengan di kota,” ujar Intan Pratama Saputri, mahasiswa UNS sekaligus penanggung jawab program, kepada uns.ac.id.
Seluruh anggota KKN 236 UNS ikut terlibat aktif dalam proses pengajaran. Kegiatan dilakukan di salah satu rumah warga yang difungsikan sebagai ruang belajar bersama. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dengan hadir rutin, berani bertanya, dan lebih percaya diri menyelesaikan soal latihan.
Meskipun menghadapi tantangan keterbatasan media pembelajaran dan konsentrasi anak-anak yang mudah buyar, mahasiswa mengatasinya dengan ice breaking dan pengulangan materi. Dukungan penuh dari orang tua serta masyarakat setempat menjadi faktor penting keberhasilan program ini.
Dengan ditutupnya Rumah Belajar pada 20 Agustus 2025, Tim KKN 236 UNS berharap program ini dapat terus berlanjut secara mandiri dan menjadi cikal bakal budaya belajar yang inklusif di Desa Rejomulyo.