Ngawi, 30 Juli 2025 — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam KKN 236 Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, menggelar pelatihan kreatif bagi ibu-ibu PKK pada hari Rabu, 30 Juli 2025 di Balai Desa Rejomulyo. Melalui program bertajuk Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan melalui Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi, kegiatan ini mengajak warga memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai.
Cornelia Amanda Cinta Andreanandita, anggota KKN 236 sekaligus pemateri, menjelaskan bahaya minyak jelantah bila dibuang sembarangan. Selain mencemari lingkungan, limbah ini juga berisiko mengganggu kesehatan. Sebagai solusi, minyak jelantah bisa diolah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.
Peserta diperkenalkan dengan tahapan pembuatan lilin mulai dari proses penjernihan minyak, pencampuran dengan parafin dan bahan tambahan, hingga pencetakan. Sesi praktik berlangsung interaktif: ibu-ibu PKK ikut mencoba menyaring minyak, mengaduk campuran, sampai menuangkan lilin cair ke wadah.
“Kami ingin ibu-ibu tidak hanya tahu cara memanfaatkan minyak jelantah, tapi juga bisa menjadikannya peluang usaha kecil di rumah,” ungkap Cornelia.
Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan peserta, mulai dari variasi aroma, teknik pewarnaan, hingga strategi menjual produk. Beberapa ibu bahkan berencana mencoba membuat lilin di rumah dan memasarkan hasilnya sebagai kerajinan lokal.
Dengan adanya kegiatan ini, Tim KKN 236 UNS berharap kesadaran lingkungan warga semakin meningkat. Minyak jelantah yang semula dianggap limbah kini bisa disulap menjadi produk kreatif bermanfaat bagi keluarga dan berpotensi mendukung ekonomi rumah tangga.